Gali Potensi Bisnis Berbasis Riset, Dosen UM Motivasi Mahasiswa UNIPMA Lewat Bioentrepreneurship
Universitas PGRI Madiun – Dalam upaya mendorong semangat kewirausahaan berbasis sains di kalangan muda, Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Kuliah Umum bertajuk "Bioentrepreneurship: Mengubah Hasil Riset Biologi Menjadi Bisnis Berkelanjutan" pada Jumat (9/10), kemarin. Sesi kuliah umum ini diawali dengan pembukaan resmi oleh Rektor Universitas PGRI Madiun Dr, Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., di Auditorium Gedung FT sebelum para mahasiswa berpindah ke ruang kelas di depan auditorium.
Kegiatan yang diikuti secara antusias oleh puluhan mahasiswa Pendidikan IPA, Teknik Kimia dan Pendidikan Biologi ini bertujuan untuk membuka wawasan bahwa hasil penelitian biologi memiliki nilai ekonomis tinggi jika dikelola secara kreatif dan inovatif.
Hadir sebagai narasumber utama, Ajeng Daniarsih, S.Si., M.Si. dari Universitas Negeri Malang membagikan panduan praktis pemanfaatan riset hayati menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan. Sesi ini turut didampingi oleh tim fasilitator dari UM, yaitu Dr. Siti Imroatul Maslikah, S.Si., M.Si., Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes., Umi Fitriyati, S.Pd., M.Pd., dan Zahra Anggita Pratiwi, S.Gz., MPH.
"Bioentrepreneurship bukan sekadar menjual produk biologi, melainkan bagaimana kita mengonversi inovasi ilmiah dan hasil riset laboratorium menjadi solusi bernilai tambah yang mampu menjawab kebutuhan pasar secara berkelanjutan," ujar Ajeng Daniarsih di hadapan peserta kuliah umum.
Dipandu oleh Inung Diah Kurniawati, M.Pd. selaku moderator, suasana sesi berlangsung dinams dan komunikatif. Selama acara berlangsung, para mahasiswa aktif mencatat poin-poin penting pada lembar kerja (LK) yang disediakan panitia untuk merangkum strategi pengembangan bisnis inovatif. Mahasiswa juga diberikan berbagai contoh hasil produk bioentrepreneurship dari UM.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga terpacu untuk mencetak wirausaha baru berbasis iptek.


